Hikmah

AKU, BANSER DAN GEDUNG MWC PAJANGAN

08 January 2022

Unduh gambar :

Rabu (5/1/2022) malam, Saya bersama para anggota Banser Pajangan lakukan kerjabakti di Gedung MWC NU Pajangan yang sedang dalam tahap pembangunan.

 

Suasana malam tidak mengendorkan semangat kami untuk gotongroyong pembangunan gedung. Di saat kebanyakan orang terlelap tidur kami malah giat kerjabakti.

 

Saat malam beranjak pagi, bagaimana pun tubuh ini terasa lelah. Kami istirahat ditemani hidangan kopi yang mulai menipis. Giat Banser memang tak pandang medan dan waktu, siap sedia di segala situasi, entah siang atau malam. Namun, urusan perut tidak bisa dilawan. Tidak takut mati, tetapi takut lapar.

 

Dalam dunia silat. Menantang lapar ibarat seperti seorang pendekar yang mengandalkan tatto-nya untuk mengintimidasi lawan. Tatto tidak akan menambah kecepatan pukulan. Tidak ada daya hantam, kosong belaka, tak berguna. Begitulah perumpamaannya__ ala jago silat aktor Berry Prima. Hehe.

 

Dalam keadaan begitu, nasi goreng adalah kunci. Solusi yang konkret untuk menyegarkan tubuh yang kelelahan. Selang waktu dari jauh terdengar suara motor, yang makin lama tampak jelas suaranya mendekati kami.

 

Lha benar! Komandan Khanif datang, dia turun beranjak dari motornya dengan menjinjing bungkusan nasi goreng. Horee, teriak kami semua. Kami pun kemudian makan malam bersama.

 

Usai makan bersama, Rabu malam jelang Kamis (6/1/2022) dini hari itu, Kami anggota Banser dan para pengurus MWC NU Kapanewon Pajangan melanjutkan kembali gotong-royong dalam rangka pembangunan gedung NU Pajangan.

 

Gotong-royong dilanjutkan kembali di bawah komando langsung Komandan Hanif, Kasatkoryon Banser Ansor Pajangan. Ada 25 personil iktu terlibat dan sebagian Banser berseragam lengkap.

 

Pembangunan gedung MWC NU Pajangan saat ini dalam tahap pondasi dan pengecoran lantai dasar. Lantai dasar bagian tengah hampir selesai, karena kontur tanahnya miring maka empat meter bagian Barat ke Utara diatur sebagai lantai dasar atau basement, maksudnya lantai bangunan yang sebagian di bawah permukaan tanah. Sedangkan separuh lantai dua menjadi lantai satu bila dilihat sejajar jalan utama.

 

Lantai dasar basement 4x24 meter membujur ke Utara. Lantai di atasnya secara keseluruhan merupakan lantai 1 berukuran 8x24 meter.

 

Di siang hari biasa, penggarapan tetap berjalan dengan bergiliran dikerjakan oleh anggota Banser dari masing-masing dusun yang ada di Kapanewon Pajangan. Setiap dusun mengirimkan minimal lima personil Banser Ansor, sedang Fatayat atau Muslimat bertugas mengurusi konsumsi. (red015)

 

*Narator: Kholis

*Editor: Markaban Anwar