01 January 2026
NU Care–LAZISNU PCNU Kabupaten Bantul secara resmi merilis Laporan Tahunan Layanan Ambulans NU Bantul Tahun 2025, Kamis (1/1/2026). Laporan ini menjadi bentuk transparansi sekaligus pertanggungjawaban publik atas khidmah pelayanan kesehatan dan kemanusiaan yang telah dijalankan sepanjang tahun.
Ketua LAZISNU Kabupaten Bantul H. Choiron Marzuki menyampaikan bahwa selama tahun 2025, Layanan Ambulans NU Bantul mencatat total 13.342 trip pelayanan. Dari jumlah tersebut, 12.346 trip merupakan layanan ambulans pasien, sementara 996 trip lainnya adalah layanan ambulans jenazah.
“Capaian ini menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat serta tingginya kepercayaan publik terhadap layanan ambulans NU Bantul sebagai bagian dari gerakan kemanusiaan Nahdlatul Ulama,” ujarnya.
Layanan Didominasi Kasus Stroke dan HD
Berdasarkan data sebaran diagnosa pasien, layanan ambulans NU Bantul paling banyak digunakan untuk pasien stroke dengan 2.814 kasus, disusul pasien hemodialisis (HD) sebanyak 1.785 kasus, serta emergency/IGD sebanyak 1.000 kasus. Selain itu, ambulans NU Bantul juga melayani pasien dengan diagnosa patah tulang, penyakit dalam, kanker, pulang opname, dan berbagai kondisi medis lainnya.
Kategori “lainnya” tercatat paling tinggi dengan 4.850 layanan, menandakan luasnya ragam kebutuhan kesehatan masyarakat yang terlayani.
Mayoritas Pasien Lansia
Dari sisi kelompok usia, layanan ambulans NU Bantul didominasi oleh pasien lanjut usia. Kelompok umur 61–70 tahun menjadi yang terbanyak dengan 4.121 pasien, disusul usia 41–50 tahun sebanyak 3.319 pasien. Data ini menegaskan peran strategis ambulans NU Bantul dalam mendukung layanan kesehatan bagi kelompok rentan.
RSUD Panembahan Senopati Jadi Rujukan Terbanyak
Untuk tujuan pelayanan, RSUD Panembahan Senopati Bantul tercatat sebagai rumah sakit rujukan terbanyak dengan 2.697 trip, disusul RSUP Dr. Sardjito sebanyak 2.568 trip, serta RSU PKU Bantul sebanyak 1.509 trip. Selain itu, ambulans NU Bantul juga melayani rujukan ke berbagai rumah sakit lain di DIY dan sekitarnya.
Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD Panembahan Senopati Bantul, dr. Atthobari, MPH., Sp.MK., dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi pada Kamis (1/1/2026), menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya.
“Kami merasa bangga sekaligus tertantang karena RSUD Panembahan Senopati Bantul menjadi rumah sakit rujukan terbanyak oleh Ambulans NU Bantul selama tahun 2025. Ini adalah bentuk kepercayaan yang sangat berarti bagi kami,” ujarnya.
Ia menegaskan, ke depan RSUD Panembahan Senopati berkomitmen untuk terus berbenah, mempercepat pelayanan, memperkuat koordinasi rujukan, serta memastikan setiap pasien mendapatkan pelayanan yang aman, cepat, dan manusiawi.
“Sinergi dengan Ambulans NU Bantul adalah bagian penting dari sistem pelayanan kesehatan yang kuat di Bantul,” imbuhnya.
Sinergi Kemanusiaan
dr. Atthobari juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada keluarga besar Ambulans NU Bantul atas kepercayaan dan kebersamaan selama tahun 2025.
“Bagi kami, ini bukan sekadar angka rujukan, tetapi amanah pelayanan kemanusiaan. RSUD Panembahan Senopati Bantul berkomitmen untuk terus menjaga niat khidmah, meningkatkan mutu layanan, dan memperkuat sinergi agar setiap ikhtiar penyelamatan nyawa menjadi amal kebaikan bersama,” tegasnya.
Pelayanan Stabil Sepanjang Tahun
Sementara itu, statistik layanan per bulan menunjukkan kinerja ambulans NU Bantul yang stabil dan konsisten sepanjang tahun 2025. Pelayanan tertinggi terjadi pada Desember dengan 1.290 trip, sedangkan terendah pada Februari dengan 936 trip.
H. Choiron menegaskan, capaian tersebut tidak lepas dari dukungan para donatur, relawan, pengurus NU, serta sinergi dengan fasilitas layanan kesehatan. “Laporan ini menjadi wujud komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan ambulans NU Bantul sebagai ikhtiar khidmah dan kemanusiaan,” pungkasnya.
Kontributor: Markaban Anwar
Keterangan foto:
1. Mobil Ambulan NU Bantul saat mengantar pasien di RSUD Panembahan Senopati Bantul, Selasa, 23/12/2025. (Foto: Lazisnu Bantul)
2. Infografis Layanan Ambulan NU Bantul Tahun 2025.