Berita

MA'HAD ALY PP. KRAPYAK GELAR WISUDA SARJANA PERDANA

25 December 2025

Unduh gambar :

Ma’had Aly PP. Krapyak Yayasan Ali Maksum untuk pertama kalinya menyelenggarakan Wisuda Sarjana pada Sabtu (20/12/2025). Prosesi bersejarah ini digelar di Gedung Ma’had Aly Krapyak (Aula Kompleks H) Pondok Pesantren Krapyak, Jalan KH Ali Maksum, Krapyak Kulon, Panggungharjo, Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.


Sebanyak 16 mahasantri dari berbagai daerah resmi dikukuhkan sebagai lulusan perdana Ma’had Aly Krapyak. Para wisudawan dan wisudawati tersebut dinyatakan lulus sekaligus dipersiapkan sebagai kader ulama yang siap berkhidmah di tengah masyarakat.


Mudir Ma’had Aly Krapyak, KH Afif Muhammad, dalam sambutannya menjelaskan bahwa prosesi wisuda ini memiliki kekhasan pesantren. Salah satunya ditandai dengan pengalungan surban putih sebagai simbol kaderisasi kiai dan nyai. Menurutnya, surban tersebut merepresentasikan kesinambungan tradisi pengkaderan ulama yang telah berlangsung secara organik di pesantren selama puluhan bahkan ratusan tahun.


“Saya mewakili bapak dosen dan bapak kiai, nanti wisudawan dan wisudawati akan diselempangkan sorban sebagai simbol kader kiai-nyai. Artinya, ciri khas keberlanjutan program pengkaderan di pesantren tidak mengalami penggerusan, justru dikembangkan dan diinovasikan,” ujar KH Afif Muhammad.


Ia menegaskan bahwa proses pendidikan di Ma’had Aly merupakan kelanjutan dari sistem pembelajaran pesantren yang telah berjalan sehari-hari, namun diperkuat dengan standar dan kualitas keilmuan pendidikan tinggi. Para mahasantri dibimbing oleh dosen pengampu berlatar belakang profesor dan doktor, serta mengikuti mata kuliah khas pendidikan tinggi pesantren yang tidak dijumpai pada jenjang menengah.


“Dengan demikian, para lulusan Ma’had Aly telah menjalani proses pendidikan tinggi di pesantren. Output-nya telah mendapatkan pengakuan negara berupa ijazah dan sertifikat, yang dapat digunakan untuk melanjutkan studi magister (S2), baik di Ma’had Aly maupun perguruan tinggi umum, dan harapannya juga memiliki akses studi lanjut di Timur Tengah,” tegasnya.


Prosesi wisuda berlangsung khidmat dengan ciri khas pesantren. Berbeda dengan wisuda perguruan tinggi pada umumnya yang ditandai pemindahan tali toga, para wisudawan dan wisudawati dikalungi selempang berupa surban putih. Pengalungan surban tersebut menjadi simbol kaderisasi ulama sekaligus keberlanjutan tanggung jawab keilmuan pesantren.


Pengakuan negara terhadap lulusan Ma’had Aly juga ditegaskan oleh Kepala Subdirektorat Pendidikan Ma’had Aly Kementerian Agama RI, KH Mahrus el-Mawa. Ia menyampaikan komitmen pemerintah dalam memberikan pengakuan penuh kepada Ma’had Aly sebagai bagian dari sistem pendidikan tinggi nasional, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pesantren dan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 32 Tahun 2020.


Menurut KH Mahrus el-Mawa, kehadiran lulusan perdana Ma’had Aly Krapyak merupakan bentuk nyata rekognisi negara terhadap pendidikan tinggi pesantren.


“Lulusan Ma’had Aly kini setara dan memiliki hak yang sama dengan lulusan perguruan tinggi lainnya. Ke depan, yang perlu diperkuat adalah implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi Ma’had Aly, yaitu tarbiyah, khidmah, dan bahts, dengan tetap menjaga keunikan tradisi tafaqquh fiddin di masing-masing Ma’had Aly,” ungkapnya.


Upacara wisuda tersebut dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak, KH Jirjis Ali, Nyai Hj. Luthfiyah Baidlowi, dan Nyai Hj. Fauziah Salamah, serta sejumlah tokoh, muhadir (dosen), dan undangan. Tampak hadir di antaranya KH Zuhdi Muhdlor (Ketua Tanfidziyah PWNU DIY), KH Jadul Maula (Ketua Lesbumi PBNU), Dr. KH Aguk Irawan MN, Dr. KH Zainuddin, Dr. KH Muntaha, KH Ahmad Fauzi, KH Yusman Hadzik, serta Ust. H. Hamid Hodir, MA.


Editor: Markaban Anwar 

Kontributor: Clara Satrianti Sukma

BERITA LAINNYA