02 February 2026
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kapanewon Piyungan menggelar Apel Peringatan Harlah ke-100 Tahun Nahdlatul Ulama (versi Masehi) di Lapangan Sudarsono, Petir, Srimartani, Piyungan, Bantul, Sabtu (31/1/2026) pagi.
Apel tersebut diikuti ratusan kader NU se-Kapanewon Piyungan yang terdiri dari jajaran pengurus MWCNU Piyungan, PAC Muslimat NU, PAC GP Ansor beserta Banser, Fatayat NU, IPNU–IPPNU, serta pelajar dari lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU Piyungan.
Para tamu undangan yang hadir antara lain Anggota DPRD Kabupaten Bantul dari Fraksi PKB, Mahmudin, SP., serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kapanewon (Forkompinkap) Piyungan yang meliputi Panewu, Kepala KUA, Danramil, Kapolsek, dan Kepala Puskesmas Piyungan. Apel tersebut juga dihadiri para sesepuh NU Piyungan.
Bertindak sebagai pembina apel, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Bantul, KH. Shobir Hatimy, menegaskan pentingnya penguatan strategi gerakan kader NU di tingkat kapanewon agar tetap solid, bersemangat, dan mampu berkontribusi aktif dalam perjuangan jam’iyyah Nahdlatul Ulama.
“Kader NU harus terus diperkuat melalui kaderisasi yang massif, baik di kalangan santri maupun non-santri,” tegasnya.
Selain kaderisasi, KH. Shobir Hatimy juga menekankan perlunya program-program NU yang berdampak luas dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia menambahkan, amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah harus terus dijaga dan diamalkan secara istiqamah.
“Baik dari rumah ke rumah, dari masjid ke masjid, maupun dari majelis taklim ke majelis taklim, melalui tradisi yasinan, berjanjenan, tahlilan, dan amaliyah lain yang menjadi ciri khas kaum Nahdliyyin,” imbuhnya.
Apel Harlah 100 Tahun NU ini juga diisi dengan lantunan doa yang dipanjatkan secara khidmat oleh Gus Ahmad Mujahid, Pengasuh Pondok Pesantren Manzilatus Sakinah, Wanujoyo Lor, Srimartani, Piyungan. Dalam doanya, ia memohon agar Allah SWT senantiasa menjaga keutuhan NU, menyatukan hati para pengurus dan kader, serta menjernihkan niat dalam berkhidmah kepada jam’iyyah, umat, dan bangsa Indonesia.
“Ya Allah, jadikanlah Nahdlatul Ulama rumah yang teduh dan penuh maslahat bagi warga Nahdliyyin dan bangsa Indonesia. Satukan hati kami dalam ikatan silaturahmi yang kuat dan jadikan kami satu barisan yang kokoh dalam memperjuangkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” lantunnya.
Sebagai bentuk apresiasi, dalam apel tersebut MWCNU Piyungan juga memberikan NU Award kepada tokoh-tokoh NU yang dinilai inspiratif dan berdedikasi. Penghargaan tersebut diberikan dalam beberapa kategori, yakni Tokoh NU Panutan kepada KH. Jalal Asnawi, Tokoh NU Penggerak kepada KH. Anwar Zuhri, Tokoh NU Penjangkau kepada Umiyatun, serta Tokoh NU Siaga kepada Rebet Wahyudi.
Kontribtor: Markaban Anwar