26 October 2026
Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Bantul menyalurkan bantuan 50 tangki atau setara 250.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan di lima kapanewon di Kabupaten Bantul. Aksi kemanusiaan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan memperingati Hari Santri Nasional 2026.
Pelepasan armada distribusi bantuan air bersih dilaksanakan di halaman Kantor PCNU Kabupaten Bantul, Ahad (25/10/2026). Pelepasan secara simbolis dilakukan oleh Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta, disaksikan jajaran pengurus Nahdlatul Ulama (NU), GP Ansor, Banser, serta unsur terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Aris Suharyanta mengapresiasi inisiatif GP Ansor dan Banser yang terlibat langsung membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan. Menurutnya, sejumlah wilayah di Kabupaten Bantul telah mengalami kekeringan selama beberapa bulan sehingga membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.
Ia menilai gerakan tersebut menjadi contoh nyata keterlibatan organisasi kemasyarakatan dalam merespons persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kita memang harus tanggap seperti GP Ansor ini untuk senantiasa peduli membantu sesama warga Kabupaten Bantul,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul Agus Budi Raharjo, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Bantul H. Marhadi Fuad, Ketua PC GP Ansor Bantul Ahmad Sidik, Kasatkorcab Banser Bantul Ambar Riyanto, serta perwakilan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kabupaten Bantul.
Menjangkau 21 Titik di Lima Kapanewon
Komandan Banser Tanggap Bencana (Bagana) Bantul, Yasin, menjelaskan bahwa aksi distribusi air bersih tersebut merupakan bagian dari bakti sosial GP Ansor dan Banser dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026.
Sebanyak 50 tangki air bersih yang disiapkan dalam kegiatan tersebut akan didistribusikan ke 21 titik lokasi yang tersebar di lima kapanewon, yakni Pajangan, Piyungan, Dlingo, Imogiri, dan Pundong.
Penyaluran ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat kekeringan. Melalui keterlibatan Bagana dan jaringan Ansor-Banser di tingkat wilayah, distribusi bantuan diarahkan agar dapat menjangkau warga yang membutuhkan.
Total Distribusi Mencapai 765 Ribu Liter
Sementara itu, Ketua GP Ansor Kabupaten Bantul Ahmad Sidik menjelaskan bahwa penyaluran bantuan kali ini merupakan kelanjutan dari gerakan kemanusiaan yang sebelumnya telah diinisiasi oleh sejumlah Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor di Kabupaten Bantul.
Pada periode sebelumnya, PC GP Ansor Kabupaten Bantul bersama Satkorcab Banser NU Bantul dan jaringannya telah menyalurkan 68 tangki air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan di Daerah Istimewa Yogyakarta, baik di Kabupaten Bantul maupun Gunungkidul.
Menurut Sidik, Ahad (25/10/2026) menjadi salah satu momentum penting dalam keberlanjutan gerakan tersebut. Pada hari yang sama, terdapat agenda distribusi bantuan sebanyak 85 tangki air bersih.
Dari jumlah itu, sebanyak 50 tangki disalurkan pada pagi hari melalui Bagana Bantul dalam kegiatan yang dipusatkan di Kantor PCNU Kabupaten Bantul. Sementara itu, 35 tangki lainnya dijadwalkan disalurkan pada siang hari oleh PAC GP Ansor Kapanewon Pundong di Kalurahan Seloharjo.
Dengan demikian, berdasarkan catatan GP Ansor Bantul, total bantuan air bersih yang telah dan sedang didistribusikan oleh PC GP Ansor Kabupaten Bantul bersama Satkorcab Banser NU Bantul dan jaringannya mencapai 153 tangki, setara dengan 765.000 liter air bersih.
Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari 68 tangki yang disalurkan pada periode sebelumnya dan 85 tangki dalam agenda distribusi Ahad, 25 Oktober 2026.
Khidmat Organisasi Melalui Gerakan Kemanusiaan
Ahmad Sidik menegaskan bahwa gerakan distribusi air bersih bukan sekadar kegiatan bantuan sosial, melainkan bagian dari pengabdian organisasi kepada masyarakat. Melalui aksi nyata tersebut, GP Ansor dan Banser berupaya menghadirkan manfaat langsung bagi warga yang tengah menghadapi kesulitan.
“Ini adalah bentuk khidmat kemanusiaan, khidmat organisasi melalui gerakan sosial, melalui gerakan kemanusiaan,” ujar Sidik.
Aksi ini sekaligus menunjukkan bahwa peringatan Hari Santri Nasional tidak hanya dimaknai melalui kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan dalam kepedulian dan kerja nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Di tengah dampak kekeringan yang dirasakan sejumlah wilayah, distribusi air bersih menjadi salah satu bentuk solidaritas sosial yang penting. GP Ansor dan Banser Bantul berharap gerakan tersebut dapat membantu meringankan beban warga sekaligus menguatkan semangat gotong royong dalam menghadapi persoalan kemanusiaan.
Kontributor: Markaban Anwar