Berita

DORONG TERWUJUDNNYA KELUARGA MASLAHAH, LKKNU BANTUL SUKSES GELAR SEMINAR LITERASI KEUANGAN

06 November 2026

Unduh gambar :

Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Kabupaten Bantul sukses menyelenggarakan Seminar Kemitraan dengan tema “Literasi Keuangan Keluarga Mashlahah An-Nahdliyah”, Jumat (6/11/2026), bertempat di Ruang Badan Anggaran (Banggar) DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).


Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan warga Nahdlatul Ulama (NU) se-Kabupaten Bantul serta perwakilan Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PCNU se-DIY. Seminar tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat, khususnya keluarga Nahdliyin, tentang pentingnya pengelolaan keuangan rumah tangga secara sehat, bijak, dan bertanggung jawab.


Ketua LKKNU Bantul, Muhaimin, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan seminar ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memberikan edukasi literasi keuangan kepada masyarakat NU. Menurutnya, kemampuan mengelola keuangan keluarga merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan ketahanan dan kesejahteraan rumah tangga.


Ia berharap kegiatan ini mampu memberikan wawasan dan keterampilan praktis kepada peserta agar semakin cakap dalam mengatur pendapatan, mengelola pengeluaran, merencanakan kebutuhan masa depan, serta menghindari berbagai persoalan keuangan keluarga.


“Literasi keuangan bukan sekadar persoalan bagaimana memperoleh dan membelanjakan uang, tetapi juga bagaimana keluarga mampu mengelola amanah rezeki secara bijak, terencana, dan membawa kemaslahatan,” menjadi pesan penting yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut.


Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DIY, Umarudin Masdar, dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun kekuatan finansial dalam kehidupan rumah tangga. Menurutnya, ketahanan keluarga tidak hanya ditentukan oleh aspek spiritual dan sosial, tetapi juga perlu ditopang oleh kemampuan ekonomi yang baik.


Ia menyampaikan bahwa keluarga harus memiliki pemahaman yang memadai dalam mengelola keuangan agar mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Perencanaan keuangan yang baik akan membantu keluarga memenuhi kebutuhan pokok, mempersiapkan pendidikan anak, mengantisipasi kebutuhan mendesak, serta merencanakan masa depan.


“Rumah tangga harus memiliki kekuatan di bidang finansial. Karena itu, setiap keluarga perlu memiliki perencanaan dan kemampuan mengelola keuangan agar tidak mudah menghadapi kesulitan ekonomi,” demikian substansi pesan yang disampaikan Umarudin Masdar.


Apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan juga disampaikan Wakil Ketua PCNU Bantul, Kiai Ahmad Musyadad. Ia mengapresiasi inisiatif LKKNU Bantul yang telah menghadirkan program edukasi keuangan dengan pendekatan kemitraan.


Menurutnya, seminar ini merupakan sebuah inovasi kegiatan yang memiliki manfaat nyata bagi warga NU. Literasi keuangan merupakan kebutuhan penting yang perlu terus disosialisasikan, mengingat persoalan ekonomi keluarga sering kali berawal dari kurangnya perencanaan dan ketidakmampuan mengatur keuangan.


Kiai Ahmad Musyadad berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak keluarga Nahdliyin. Dengan demikian, program pemberdayaan keluarga tidak hanya berorientasi pada penguatan kehidupan keagamaan, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.


“Ini merupakan inovasi kegiatan yang sangat bermanfaat. Kami berharap edukasi seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak keluarga NU yang memiliki pemahaman dan kecakapan dalam mengelola keuangan,” ungkapnya.


Dalam sesi pemaparan materi, Umi Masruroh menyampaikan bahwa kecakapan keluarga dalam mengelola keuangan memiliki hubungan erat dengan terwujudnya keluarga berkualitas.


Menurutnya, keluarga yang memiliki literasi keuangan baik akan lebih mampu menentukan prioritas kebutuhan, mengendalikan pola konsumsi, menyusun perencanaan keuangan, serta membangun kebiasaan menabung dan mempersiapkan masa depan.


Salah satu pesan penting yang ditekankan Umi Masruroh adalah pentingnya mengutamakan fungsi daripada gengsi dalam kehidupan rumah tangga.


Ia mengajak peserta untuk lebih bijak dalam membedakan kebutuhan dan keinginan. Keluarga tidak perlu memaksakan diri mengikuti gaya hidup orang lain apabila kondisi keuangan belum memungkinkan. Sebaliknya, setiap pengeluaran harus didasarkan pada manfaat dan prioritas kebutuhan.


Prinsip mengutamakan fungsi daripada gengsi menjadi pesan reflektif bagi keluarga di tengah perkembangan gaya hidup dan budaya konsumtif masyarakat saat ini.


Menurutnya, keluarga yang berkualitas bukanlah keluarga yang selalu menampilkan kemewahan, melainkan keluarga yang mampu menjalani kehidupan secara proporsional, harmonis, memiliki perencanaan masa depan, dan bertanggung jawab terhadap kondisi ekonominya.


Seminar Literasi Keuangan Keluarga Mashlahah An-Nahdliyah ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan keluarga warga Nahdlatul Ulama.


Melalui kegiatan ini, literasi keuangan diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teoritis, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pengelolaan pendapatan, pengaturan belanja rumah tangga, perencanaan pendidikan anak, pengelolaan tabungan, hingga persiapan kebutuhan jangka panjang.


Keluarga yang mampu mengelola keuangan dengan baik diharapkan dapat membangun kehidupan yang lebih mandiri, harmonis, dan sejahtera.


Pada akhirnya, terwujudnya keluarga Mashlahah An-Nahdliyah bukan hanya diukur dari kecukupan materi, tetapi juga dari kemampuan keluarga mengelola amanah rezeki, menjaga keharmonisan, serta menghadirkan kemanfaatan bagi lingkungan dan masyarakat.


Seminar ini sekaligus menjadi pengingat bahwa membangun peradaban masyarakat yang kuat dapat dimulai dari keluarga yang sehat secara spiritual, sosial, dan finansial.


Kontributor: Jamiluddin

BERITA LAINNYA