26 July 2026
Pengurus Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) PCNU Bantul berhasil menyelenggarakan Pelatihan Kader Keluarga Maslahah Nahdlatul Ulama pada Ahad (26/7/2026) di Aula DPD RI Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mencetak kader-kader yang mampu menjadi agen penguatan ketahanan keluarga di tengah tantangan kehidupan modern.
Sebanyak 100 peserta mengikuti pelatihan dengan penuh antusias. Mereka merupakan perwakilan dari berbagai kapanewon di Kabupaten Bantul yang aktif dalam organisasi Gerakan Pemuda Ansor Bantul dan Fatayat NU Bantul. Kehadiran para peserta mencerminkan besarnya komitmen warga NU dalam memperkuat institusi keluarga sebagai fondasi utama terciptanya masyarakat yang harmonis, religius, dan sejahtera.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A., Anggota DPD RI Perwakilan DIY, Prof. H. Riyanto, M.Hum., Ketua Tanfidziyah PCNU Bantul, Ahmad Ghozi Nurul, S.Th.I., Ketua LKKNU DIY, H. Muhaimin, S.Th.I., M.H., Ketua LKKNU Bantul, beserta jajaran pengurus LKKNU Bantul dan para tokoh Nahdlatul Ulama.
Dalam laporannya, Ketua LKKNU Bantul, H. Muhaimin, S.Th.I., M.H., menjelaskan bahwa pelatihan kader ini merupakan salah satu program kerja prioritas LKKNU Bantul yang telah dirumuskan sebagai upaya memperkuat fungsi keluarga melalui pendekatan keagamaan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, keluarga merupakan institusi pertama dan utama dalam membentuk karakter generasi bangsa. Oleh karena itu, penguatan kapasitas kader keluarga menjadi kebutuhan yang sangat penting agar mereka mampu mendampingi masyarakat dalam membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
"Alhamdulillah pada kegiatan ini sebanyak 100 peserta berpartisipasi dengan sangat antusias. Kami optimistis, melalui pelatihan ini akan lahir kader-kader yang mampu menjadi pelopor terwujudnya keluarga yang harmonis, berkualitas, dan penuh kemaslahatan di tengah masyarakat," ujar Muhaimin.
Ia menambahkan bahwa seluruh peserta memperoleh pembekalan mengenai konsep Keluarga Maslahah, penguatan nilai-nilai keluarga sakinah, serta materi sharing parenting yang relevan dengan tantangan pengasuhan anak pada era digital. Materi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal praktis bagi peserta untuk diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun saat melakukan pendampingan di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Anggota DPD RI Perwakilan DIY, Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa keluarga merupakan pondasi utama dalam membangun peradaban bangsa. Menurutnya, konsep keluarga sakinah yang dikembangkan Nahdlatul Ulama memiliki landasan yang kuat karena tidak hanya berbicara mengenai hubungan suami dan istri, tetapi juga membangun budaya dialog, penghormatan, dan tanggung jawab bersama dalam keluarga.
KH. Hilmy menjelaskan bahwa konsep Lima Pilar Pernikahan atau Keluarga Sakinah yang dikembangkan Nahdlatul Ulama perlu dipahami secara utuh oleh setiap keluarga NU.
"Lima pilar pernikahan atau keluarga sakinah ala Nahdlatul Ulama terdiri atas Zawaj, Mitsaqan Ghalidzan, Mu'asyarah bil Ma'ruf, Musyawarah, dan Taradhin. Kelima pilar ini penting dipahami, dihayati, dan diterapkan oleh seluruh warga NU agar tercipta keluarga yang kokoh, harmonis, dan penuh keberkahan," tutur KH. Hilmy.
Ia juga memberikan apresiasi kepada LKKNU Bantul yang dinilai mampu menghadirkan peserta dalam jumlah besar dengan semangat belajar yang tinggi. Menurutnya, pelatihan seperti ini merupakan investasi sosial yang sangat penting untuk memperkuat kualitas keluarga Indonesia di masa depan.
Ketua Tanfidziyah PCNU Bantul, Prof. H. Riyanto, M.Hum., dalam arahannya menekankan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Karena itu, program-program LKKNU diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan keluarga yang semakin kompleks, mulai dari pengasuhan anak, ketahanan ekonomi keluarga, hingga penguatan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia berharap para kader yang telah mengikuti pelatihan dapat menjadi penggerak di wilayah masing-masing dengan memberikan edukasi, pendampingan, dan keteladanan bagi masyarakat sehingga visi mewujudkan Keluarga Maslahah Nahdlatul Ulama benar-benar dapat diwujudkan.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi secara langsung dari Ketua LKKNU DIY Ahmad Ghozi Nurul, S.Th.I. dan Ketua LKKNU Bantul H. Muhaimin, S.Th.I., M.H. Berbagai materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi, studi kasus, dan berbagi pengalaman sehingga peserta tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga memperoleh keterampilan praktis untuk diterapkan dalam kehidupan keluarga dan aktivitas organisasi.
Suasana pelatihan berlangsung hangat, komunikatif, dan penuh semangat. Para peserta aktif berdialog dengan narasumber, menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi keluarga saat ini, sekaligus berbagi pengalaman dalam mendampingi masyarakat di lingkungan masing-masing.
Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti prosesi penyampaian Catur Nilai Kader Keluarga Maslahah Nahdlatul Ulama. Dengan penuh khidmat, para kader mengucapkan ikrar sebagai bentuk komitmen untuk menjadi teladan dalam membangun keluarga yang sakinah, memperkuat ketahanan keluarga, serta mengabdikan diri bagi kemaslahatan umat sesuai nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Pelatihan Kader Keluarga Maslahah ini diharapkan menjadi awal lahirnya kader-kader LKKNU yang mampu menggerakkan program pendampingan keluarga hingga tingkat ranting dan masyarakat. Dengan sinergi antara organisasi, tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat, LKKNU Bantul optimistis dapat berkontribusi nyata dalam mencetak keluarga-keluarga Indonesia yang harmonis, tangguh, berakhlak mulia, serta menjadi fondasi terwujudnya masyarakat yang maslahat.
Kontributor: Jamiluddin