Berita

LKKNU BANTUL FASILITASI BIMBINGAN PERKAWINAN DI KUA PANDAK

23 April 2026

Unduh gambar :

LKKNU Bantul kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun ketahanan keluarga dengan menjadi fasilitator dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) di KUA Pandak. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (22/4) di Aula KUA Pandak, Pandak, Kabupaten Bantul.


Sebanyak 32 peserta yang merupakan calon pengantin (catin) mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Mereka tampak aktif sejak awal hingga akhir sesi, menandakan tingginya kesadaran generasi muda akan pentingnya bekal sebelum memasuki jenjang pernikahan.


Kepala KUA Pandak, H. Muhaimin, dalam sambutannya menegaskan bahwa Bimbingan Perkawinan merupakan program strategis sekaligus kewajiban bagi calon pengantin, sejalan dengan berbagai regulasi yang telah ditetapkan pemerintah.


“Bimbingan Perkawinan ini adalah kegiatan rutin di KUA yang mengacu pada sejumlah regulasi terbaru, termasuk Surat Edaran Dirjen Bimas Islam Nomor 2 Tahun 2024. Ini menjadi langkah penting dalam mempersiapkan pasangan agar mampu membangun rumah tangga yang kokoh,” jelasnya.


Ia juga mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan LKKNU Bantul. Menurutnya, kehadiran lembaga berbasis keagamaan ini memberikan nilai tambah dalam penyampaian materi yang lebih kontekstual dan menyentuh aspek spiritual.


“Kami sangat bersyukur bisa bekerja sama dengan LKKNU Bantul. Materi yang disampaikan tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan kehidupan rumah tangga masa kini,” imbuh Muhaimin.


Dalam kegiatan ini, Jamilludin hadir sebagai fasilitator utama. Ia menyampaikan berbagai materi penting yang menjadi fondasi dalam membangun keluarga sakinah, mulai dari Landasan keluarga sakinah, Perencanaan perkawinan, Dinamika kehidupan rumah tangga, Pemenuhan kebutuhan keluarga, Kesehatan reproduksi, Mewujudkan generasi berkualitas, Manajemen konflik dan Refleksi kehidupan berkeluarga.


Tidak hanya itu, metode penyampaian yang digunakan juga dibuat menarik dan interaktif. Jamilludin mengombinasikan materi dengan ice breaking serta kuis digital melalui aplikasi Mentimeter dan Kahoot. Hal ini terbukti mampu meningkatkan partisipasi peserta.


“Alhamdulillah seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik. Harapannya, mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap menghadapi realita kehidupan rumah tangga,” ujar Jamilludin.


Para peserta terlihat sangat antusias, terutama saat sesi diskusi dan kuis berlangsung. Beberapa di antaranya bahkan mengaku baru memahami pentingnya komunikasi dan pengelolaan konflik dalam rumah tangga setelah mengikuti kegiatan ini.


Salah satu peserta, Rina (24), mengungkapkan bahwa kegiatan ini membuka wawasan baru baginya.


“Selama ini saya pikir menikah cukup dengan kesiapan mental saja, ternyata banyak aspek lain yang harus dipahami, seperti kesehatan reproduksi dan komunikasi dalam keluarga,” tuturnya.


Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran strategis LKKNU dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam membangun ketahanan keluarga berbasis nilai-nilai keislaman. Kolaborasi antara KUA dan LKKNU diharapkan terus berlanjut dan diperluas ke wilayah lain.


Dengan adanya Bimbingan Perkawinan yang terstruktur dan berkualitas, diharapkan lahir keluarga-keluarga yang tidak hanya harmonis, tetapi juga mampu mencetak generasi unggul di masa depan.


“Semoga melalui kegiatan ini, kita semua dapat berkontribusi dalam mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah yang menjadi pondasi kuat bagi bangsa,” pungkas Jamilludin.


Kontributor: jml

BERITA LAINNYA