11 August 2026
Sebanyak 24 Pimpinan Anak Ranting (PAR) Muslimat NU se-Kapanewon Piyungan masa khidmah 2026–2031 resmi dilantik pada Ahad (9/8/2026). Pelantikan berlangsung di Masjid An-Nur Kembangsari, Kalurahan Srimartani, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul.
Pelantikan dilakukan oleh Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Bantul, drg. Hj. Siti Roikhana Munawaroh, MPH. Ke-24 Pimpinan Anak Ranting tersebut berasal dari tiga kalurahan di Kapanewon Piyungan, yakni Kalurahan Srimartani, Srimulyo, dan Sitimulyo.
Kegiatan tersebut berlangsung semarak dengan dihadiri sekitar 500 jamaah Muslimat NU se-Kapanewon Piyungan. Sejumlah Pengurus PC Muslimat NU Bantul turut hadir dalam kegiatan tersebut, yang dirangkai dengan pengajian rutin dan Simaan Al-Qur'an Muslimat NU Piyungan.
Dalam sambutannya, Siti Roikhana menekankan pentingnya pengurus baru menjalankan program-program yang sederhana, tetapi memiliki dampak besar bagi kehidupan keluarga dan masyarakat. Setidaknya terdapat tiga hal yang menurutnya perlu menjadi perhatian bersama, yakni meningkatkan ilmu keluarga, memperkuat kemampuan ekonomi keluarga, serta menjaga kesehatan keluarga.
“Ketiga hal ini akan sangat bermanfaat, tidak hanya bagi keluarga Muslimat sendiri, tetapi juga bagi masyarakat luas, di Piyungan pada khususnya dan di Bantul pada umumnya,” katanya.
Menurut Roikhana, tiga aspek tersebut menjadi bagian penting dalam membangun keluarga yang kuat. Keluarga yang memiliki pengetahuan, ketahanan ekonomi, dan kesadaran terhadap kesehatan akan lebih mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan sekaligus memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
Selain penguatan ketahanan keluarga, Roikhana juga mengingatkan pentingnya kader Muslimat NU untuk terus nguri-nguri atau merawat amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah. Tradisi keagamaan yang telah berkembang di tengah masyarakat tersebut, menurutnya, perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ia mendorong kader Muslimat NU untuk aktif menghadiri majelis taklim, barzanji, tahlilan, ziarah kubur, majelis diba'an, serta berbagai kegiatan sholawatan lainnya.
“Amaliyah Aswaja An-Nahdliyah harus terus kita rawat dan hidupkan di tengah masyarakat,” pesannya.
Pelantikan 24 Pimpinan Anak Ranting tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi Muslimat NU hingga tingkat paling bawah. Keberadaan kader di tingkat anak ranting dinilai menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlangsungan gerakan Muslimat NU di tengah masyarakat.
Dengan kader yang kuat dan berkualitas, gerakan Muslimat NU diharapkan semakin mampu menjalankan peran sosial, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat. Dari tingkat kampung, gerakan tersebut diharapkan terus tumbuh melalui semangat berjamiyyah dan berjamaah, sehingga keberadaan Muslimat NU semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Piyungan dan Kabupaten Bantul secara luas.
Editor: Markaban Anwar