20 July 2026
Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kabupaten Bantul turut ambil bagian dalam Upacara Peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Bantul yang diselenggarakan di Lapangan Trirenggo, Bantul, Senin (20/7/2026).
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Bantul, Ahmad Sidik, mengatakan bahwa partisipasi Banser dalam upacara tersebut merupakan bentuk sinergi antara organisasi kemasyarakatan dengan pemerintah daerah dalam membangun Bantul yang semakin maju.
"Sebagai bentuk pengabdian kepada daerah, Satkorcab Banser Bantul mengerahkan 30 personel terbaik untuk mengikuti Upacara Hari Jadi Kabupaten Bantul. Kehadiran Banser merupakan wujud kesiapan kader Ansor untuk terus berkontribusi dalam setiap momentum penting daerah," ujarnya.
Upacara Hari Jadi ke-195 Kabupaten Bantul berlangsung khidmat dan sarat makna budaya. Rangkaian acara diawali dengan kirab Tombak Pusaka Agnya Murni dari Rumah Dinas Bupati menuju Lapangan Trirenggo. Selanjutnya, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan unjuk palaporan di hadapan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Dalam “unjuk palaporan” yang disampaikan dalam Bahasa Jawa, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bantul untuk mewujudkan masyarakat yang maju, demokratis, dan sejahtera melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, serta pengembangan potensi masyarakat dan lingkungan.
Tema Hari Jadi Kabupaten Bantul ke-195, "Dharmaning Satriya Akarya Raharjaning Nagari", mengandung makna bahwa pengabdian seorang satria adalah menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan bagi negeri.
Prosesi upacara juga dimeriahkan dengan penampilan tarian Dharmaning Satriya yang dibawakan oleh 30 penari Sanggar Puspowarno sebagai pembuka acara. Selain itu, penampilan orkestra SMK Negeri 2 Kasihan yang mengiringi duet Putri Ariani bersama Bupati Bantul membawakan lagu The Prayer mendapat sambutan meriah dari peserta upacara.
Dalam amanatnya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Hari Jadi Kabupaten Bantul sebagai momentum introspeksi sekaligus memperkuat komitmen menghadapi tantangan zaman. Ia mengutip ajaran dalam Serat Wulangreh bahwa ilmu harus diwujudkan dalam tindakan nyata, disertai ketajaman berpikir dan keberanian meninggalkan perilaku angkara murka.
Bagi Ansor Banser Bantul, tema "Dharmaning Satriya Akarya Raharjaning Nagari" menjadi nilai yang sejalan dengan semangat yang dipegang oleh kader Ansor Banser dalam menjalankan pengabdian kepada agama, bangsa, dan negara.
Kontributor: Markaban Anwar