29 June 2026
Semangat berbagi dan kepedulian terhadap anak yatim kembali diwujudkan melalui program Senyum Muharam 1448 Hijriah. LAZISNU PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), LAZISNU Kabupaten Bantul, dan UPZIS PRNU Panjangrejo berkolaborasi menyelenggarakan Pengajian dan Santunan Anak Yatim di Masjid Nurul Huda, Dusun Grudo, Kalurahan Panjangrejo, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul, Ahad (28/6/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB ini dihadiri sekitar 250 peserta, terdiri atas 100 anak yatim beserta wali mereka yang berasal dari empat kapanewon di Kabupaten Bantul, yakni Pundong, Jetis, Bambanglipuro, dan Imogiri, serta para tokoh NU, pemerintah kalurahan, dan masyarakat.
Acara diawali dengan sholat Dhuha berjamaah, dilanjutkan dzikir dan tahlil, kemudian pengajian serta prosesi pentasyarufan santunan kepada anak-anak yatim.
Ketua LAZISNU Kabupaten Bantul, H. A. Choiron Marzuqi, menjelaskan bahwa program Senyum Muharam merupakan bentuk nyata kepedulian NU terhadap anak yatim sekaligus momentum memperkuat semangat berbagi pada bulan Muharam.
"Sebanyak 100 anak yatim beserta para walinya kami undang dari empat kapanewon, yaitu Pundong, Jetis, Bambanglipuro, dan Imogiri. Total peserta yang hadir sekitar 250 orang," jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, setiap anak yatim menerima santunan berupa paket sembako dan bantuan uang tunai yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka sekaligus menghadirkan kebahagiaan di bulan Muharam.
Ketua PCNU Kabupaten Bantul, Prof. Dr. H. Riyanta, memberikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara berbagai unsur Nahdlatul Ulama dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi mulai dari LAZISNU PWNU DIY, LAZISNU Kabupaten Bantul, LAZISNU Kapanewon Pundong, UPZIS PRNU Panjangrejo, hingga Takmir Masjid Nurul Huda menjadi bukti bahwa gerakan sosial NU dapat berjalan optimal melalui kerja sama lintas tingkatan organisasi.
Ia berharap semangat kolaborasi antarjamiyah NU terus dijaga dan dikembangkan sehingga mampu menghadirkan lebih banyak program sosial yang memberi manfaat bagi masyarakat.
"Kami berharap kerja sama antarjamiyah NU yang telah terjalin ini dapat terus berlanjut dan berkembang lebih baik lagi dalam berbagai program sosial kemanusiaan," ujarnya.
Sementara itu, Ketua LAZISNU PWNU DIY, Dinik Fitri Rahajeng Pangestuti, S.E., M.Ak., mengatakan bahwa penyelenggaraan Pengajian dan Santunan Anak Yatim merupakan implementasi ajaran Islam yang menekankan pentingnya memuliakan dan menyayangi anak yatim.
"Sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus implementasi ajaran Islam untuk menyayangi dan memuliakan anak yatim, kami menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga manfaatnya dapat dirasakan oleh para penerima dan menjadi penguat semangat berbagi bagi seluruh masyarakat," tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, terutama para sponsor dan donatur, yakni PT Naturindo Fresh, Nasmoco Janti, Sate Pak Pong Jejeran, Bank Syariah BDS (BPR Syariah Bangun Drajat Warga), Beras Ladori, BPR MSA, BCA Syariah, BPR Syariah HIK MCI, Mawaddah Esa Cargo (MEC), Waroeng SS (Spesial Sambal), dan Madina Syariah.
Bendahara PWNU DIY, H. Sony Amir Solikhuddin, S.Ag., menilai kegiatan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa gerakan sosial Nahdlatul Ulama lahir dari semangat gotong royong. Menurutnya, keberhasilan program Senyum Muharam tidak lepas dari sinergi pengurus NU di berbagai tingkatan, para penyelenggara, donatur, sponsor, serta masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap anak yatim.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur NU Care-LAZISNU DIY Edo Segara Gustanto, S.E., M.E., Ketua Tanfidziyah MWCNU Pundong H. Mustafied Amna, M.H., para Ketua UPZISNU se-Kapanewon Pundong, Imogiri, Jetis, dan Bambanglipuro, Rais Syuriah PRNU Panjangrejo Nurdin Hadi Mustofa, Ketua Tanfidziyah PRNU Panjangrejo Fauzan Luthfiyanto, Lurah Panjangrejo Mudiyana, Dukuh Grudo Sukirdal, serta jajaran Pengurus Yatiman PRNU Panjangrejo.
Kontributor: Markaban Anwar