01 May 2026
Sepanjang April 2026, NU Care-LAZISNU PCNU Bantul mencatat laporan layanan Ambulans NU se-Kabupaten Bantul yang menggambarkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi medis yang cepat, mudah diakses, dan penuh kepedulian. Laporan berbentuk infografis ini dihimpun dari data 24 unit ambulans MWCNU yang tersebar di seluruh wilayah Bantul.
Informasi tersebut disampaikan Ketua NU Care-LAZISNU Kabupaten Bantul, H. Choiron Marzuki, melalui Grup WhatsApp NU Bantul pada Jumat (1/5/2026). Data yang terkumpul memperlihatkan satu bulan yang sangat sibuk bagi para relawan dan pengemudi ambulans NU.
Selama April 2026, tercatat 1.284 perjalanan ambulans berhasil dilayani. Angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan potret aktivitas kemanusiaan yang berlangsung setiap hari. Mayoritas perjalanan berupa layanan antar pasien sebanyak 1.217 perjalanan, sementara 67 perjalanan lainnya merupakan layanan ambulans jenazah yang mengantar warga ke peristirahatan terakhirnya.
Gambaran kebutuhan layanan tampak jelas dari profil pasien yang dilayani. Kelompok usia 71–80 tahun menjadi pengguna layanan terbanyak dengan 402 pasien, disusul usia 51–60 tahun sebanyak 294 pasien. Kelompok usia 31–40 tahun tercatat 134 pasien, usia 11–20 tahun 61 pasien, usia 21–30 tahun 52 pasien, usia 0–10 tahun 8 pasien, usia 81–90 tahun 170 pasien, serta usia 91–100 tahun 59 pasien. Dominasi kelompok lansia ini menegaskan bahwa ambulans NU menjadi penopang mobilitas kesehatan bagi warga lanjut usia yang membutuhkan perawatan rutin maupun penanganan darurat.
Jika ditilik dari diagnosis, Kasus stroke menempati angka tinggi dengan 221 pasien, diikuti hemodialisa (HD) 180 pasien, patah tulang 101 pasien, penyakit dalam 97 pasien, kontrol pascaoperasi 95 pasien, emergency IGD 90 pasien, pulang opname 72 pasien, serta kategori. Tingginya pasien hemodialisa menggambarkan rutinitas perjalanan bolak-balik ke rumah sakit yang harus dijalani pasien demi mempertahankan kualitas hidup.
Perjalanan ambulans NU paling banyak mengarah ke rumah sakit rujukan utama di Bantul dan Yogyakarta. Tujuan terbanyak adalah RSUD Panembahan Senopati Bantul sebanyak 273 perjalanan, disusul RSUP Dr Sardjito 252 perjalanan, kemudian rumah pasien 133 perjalanan, RS PKU Bantul 122 perjalanan, RSI Nur Hidayah 67 perjalanan, RSPAU Hardjolukito 56 perjalanan, layanan pemakaman 43 perjalanan, rujukan alternatif 43 perjalanan, RSA UGM 35 perjalanan, RS Wirosaban 33 perjalanan, serta tujuan lainnya 227 perjalanan.
Dilihat dari jenis layanan, antar jemput pasien mendominasi dengan 973 layanan. Selanjutnya antar pasien 125 layanan, jemput pasien 111 layanan, antar jenazah/pemakaman 52 layanan, jemput jenazah 15 layanan, serta dukungan kegiatan NU sebanyak 8 layanan.
Aktivitas ambulans NU berlangsung nyaris tanpa jeda. Aktivitas harian, rata-rata 30 hingga 60 perjalanan dilaksanakan, dengan puncak layanan mencapai 68 perjalanan pada 14 April 2026. Di balik angka tersebut terdapat kisah relawan yang siaga, kesibukan di jalanan, dan keluarga yang berharap keselamatan orang tercinta.
Laporan ini menjadi bukti bahwa layanan Ambulans NU telah tumbuh menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Bantul. Kehadirannya tidak hanya mempermudah akses layanan kesehatan, tetapi juga menghadirkan rasa aman, solidaritas, dan kepedulian yang nyata bagi warga yang membutuhkan. Masyarakat yang memerlukan layanan dapat menghubungi Ambulans NU Bantul melalui nomor 0817 1717 1926.
Kontributor: Markaban Anwar