01 January 2026
Bantul, Kamis, 1 Januari 2026 — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bantul melalui NU Care–LAZISNU menyampaikan laporan tahunan layanan ambulan sepanjang tahun 2025. Sepanjang periode tersebut, layanan ambulan NU Care–LAZISNU Bantul telah melayani total 13.342 trip, yang terdiri atas 12.346 layanan pasien dan 996 layanan jenazah.
Ketua PCNU Kabupaten Bantul, Prof. Dr. Riyanta, M.Hum, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus NU Care–LAZISNU, para relawan, donatur, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan layanan kemanusiaan ini.
“Laporan ini menjadi bukti nyata bahwa kerja-kerja kemanusiaan NU berjalan secara sistematis, profesional, dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Prof. Riyanta.
Data layanan menunjukkan bahwa ambulan NU Care–LAZISNU Bantul melayani beragam kebutuhan kesehatan masyarakat, meliputi kasus stroke, hemodialisis (HD), kegawatdaruratan IGD, patah tulang, penyakit dalam, kanker, hingga pasien rujukan pasca rawat inap. Hal ini menegaskan peran strategis NU Care–LAZISNU dalam mendukung akses layanan kesehatan yang cepat, mudah dijangkau, dan humanis.
Selain itu, layanan ambulan juga menjadi penghubung rujukan ke berbagai fasilitas kesehatan, antara lain RSUP Dr. Sardjito, RSUD Panembahan Senopati, RS PKU Muhammadiyah, RSPAU Hardjolukito, RSI Nur Hidayah, RSUD Wirosaban, RSA UGM, RS Bethesda, serta fasilitas kesehatan lainnya di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya.
“Capaian ini bukan sekadar angka statistik, melainkan wujud pengabdian dan estafet kebaikan yang harus terus dirawat. NU sebagai jam’iyyah diniyyah ijtimā’iyyah memiliki tanggung jawab untuk hadir di garda terdepan dalam pelayanan dan advokasi kemanusiaan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Prof Riyanta mendorong PCNU Kabupaten Bantul untuk melakukan langkah-langkah berikut:
1.Penguatan sinergi antara NU Care–LAZISNU, pemerintah daerah, rumah sakit, dan stakeholder lokal untuk memperluas dampak sosial.
2.Peningkatan kapasitas SDM dan relawan, termasuk pelatihan kegawatdaruratan dan manajemen pelayanan publik.
3.Optimalisasi penggalangan dana berbasis kemandirian umat, agar keberlanjutan layanan tetap terjamin.
4.Pengembangan sistem digital dan data kesehatan, untuk meningkatkan efektifitas pelayanan dan akurasi laporan evaluasi program.
Di akhir pernyataannya, Prof. Dr. Riyanta, M.Hum., menegaskan PCNU Kabupaten Bantul berharap semangat rahmatan lil ‘ālamīn terus menjadi landasan dalam setiap gerakan NU, sehingga keberadaan NU semakin dirasakan manfaatnya dalam pelayanan publik yang responsif dan memperluas kebermanfaatan di tahun-tahun mendatang.
Editor: Markaban Anwar