Berita

PCNU BANTUL BERANGKATKAN JAMAAH UMROH ANGKATAN KE TIGA

27 August 2026

Unduh gambar :

Suasana haru, khidmat, dan penuh kebersamaan terasa di depan Kantor PCNU Bantul, Kamis (27/8/2026) pagi. Sejak sebelum subuh, para jamaah mulai berdatangan untuk mengikuti doa pemberangkatan Jamaah Umrah Bersama PCNU Bantul Angkatan Ke-3.


Di tengah suasana pagi yang masih tenang, para jamaah tampak bersiap menempuh perjalanan panjang menuju Tanah Suci. Sebagian duduk menunggu waktu keberangkatan dan berbincang dengan sesama jamaah, sementara lainnya masih berpamitan dengan keluarga yang mengantar.


Sebagian besar jamaah merupakan warga lanjut usia. Mereka mengenakan busana muslim dan pakaian bernuansa batik, lengkap dengan syal hijau sebagai identitas rombongan umrah.


Di antara para jamaah, terlihat pula keluarga dan pendamping yang turut mengantar. Momen perpisahan berlangsung sederhana, tetapi menyimpan makna yang mendalam. Bagi sebagian jamaah, perjalanan menuju Makkah dan Madinah merupakan perjalanan yang telah lama dinantikan, bahkan menjadi impian yang berulang kali dipanjatkan dalam doa.


Setelah berkumpul dan melakukan persiapan di Kantor PCNU Bantul, Ketua PCNU Bantul, Prof. Dr. Riyanta, memberikan sambutan sebelum pemberangkatan. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Katib Syuriah PCNU Bantul, KH. Syahroni Djamil.


Usai doa bersama, rombongan menaiki bus untuk melanjutkan perjalanan menuju Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Dari YIA, perjalanan dilanjutkan menuju Tanah Suci untuk melaksanakan rangkaian ibadah umrah di Haramain, Makkah dan Madinah.


Salah satu pengurus Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) sekaligus Ketua LPNU PCNU Bantul, H. Suwarno, mengatakan bahwa pemberangkatan Angkatan Ke-3 merupakan bagian dari ikhtiar PCNU Bantul untuk memberikan kemudahan dan pendampingan kepada warga Nahdliyin serta masyarakat yang hendak menunaikan ibadah umrah.


Menurutnya, perjalanan menuju Tanah Suci memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar perjalanan fisik.


“Perjalanan menuju Tanah Suci bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual. KBIHU NU Bantul hadir sebagai wadah pelayanan ibadah haji dan umrah yang berlandaskan paham Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah,” ujarnya.


Sementara itu, Koordinator Layanan Umrah NU Bantul, H. Toyib Fauzan, mengatakan bahwa sebelum pemberangkatan, para jamaah telah mengikuti manasik umrah sebanyak tiga kali. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan agar para jamaah memahami tata cara dan rangkaian ibadah yang akan dijalankan selama berada di Tanah Suci.


Melalui pendampingan tersebut, para jamaah diharapkan dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lebih tenang, tertib, dan penuh kekhusyukan. Lebih dari itu, perjalanan ke Haramain diharapkan menjadi pengalaman spiritual yang membekas serta membawa perubahan positif setelah para jamaah kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.


Kontributor: Markaban Anwar

BERITA LAINNYA